KPU Bandar Lampung Undang Ketua OSIS SMU/SMK

Bandar Lampung: KPU Kota Bandar Lampung akanmengundangKetuadanSekretarisOrganisasiSiswa Intra Sekolah (OSIS) SMU/SMK, Rabu 31 Agustus 2016 mendatang. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka kegiatan Rumah Demokrasi yang bertujuan mendorong keterlibatan pemilih pemula secara aktif dalam Pemilu.

Ketua KPU Kota Bandar Lampung Fauzi Heri mengatakan kegiatan yang melibatkan pengurus OSIS SMU/SMK se-Kota Bandar Lampung itu diharapkan dapat mendorong terbentuknya komunitas peduli Pemilu dan Demokrasi. Mereka akan dikenalkan materi kepemiluan berupa sejarah Pemilu, pentingnya Pemilu hingga kelembagaan penyelenggara Pemilu. “Peserta yang diundang adalah aktivis di sekolahny amasing-masing sehingga kita yakin mereka akanmampu menyerap materi kepemiluan yang diberikan. Selanjutnya kami akan mendorong terbentuknya komunitas peduli Pemilu,”jelasnya padasaat memberikan arahan dalam rapat persiapan di rumahdemokrasi, Kamis (25-08/2016).

Senadadengannya anggota Fery Triatmojo menjelas kan kegiatan tersebut berjudul hangout di Rumah Demokrasi, sedangkan tema kegiatannya adalah yang muda yang cinta demokrasi. “Pilihan judul kegiatan ini disesuaikan dengan pesertanya yang kesemuanya adalah anak muda. Kami berharap dengan mengangkat tema-tema yang ramah terhadap anak muda, maka tujuan dari kegiatan ini bisater capai maksimal,”katanya.

Ketua panitia pelaksana kegiatan Ika Kartika mengatakan kegiatan ini melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung yang memfasilitasi partisipasi dari masing-masing SMU/SMK. “Rencananyaakan juga hadir pendamping dari Dinas Pendidikan. Untuk mengukur kemampuan para peserta akan digunakan pendekatan metode pre test dan post test kepada audience,”ujarnya.(Ngabehi Kojay)

Pemaparan Tupoksi dan Evaluasi Kinerja Staf Sekretariatan

Bandar Lampung: KPU Kota Bandar Lampung menggelar Rapat Kordinasi Pemaparan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Staf Sekretariatan di lingkungan KPU Kota Bandar Lampung, Senin (22/8). Masing-masing staf dan Kasubbag menyampaikan Tupoksi dan hal-hal apa saja yang sudah dan belum dilaksanakan terkait tugas dan fungsi tersebut.

Komisioner KPU Kota Bandar Lampung, yang membidangi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Fadilasari, mengatakan, pemaparan Tupoksi ini sangat penting agar masing-masing staf dan Kasubbag mengetahui, memahami, menghayati dan kemudian melaksanakan tugasnya masing-masing. “Jangan sampai tugas yang melekat dalam jabatannya saja tidak tahu, bagaimana bisa bekerja dengan baik,” katanya.

Secara bergiliran staf membacakan tugas mereka masing-masing, yang melekat dengan jabatannya. Dimulai dari staf di Subbag Umum, lalu Subbag Teknis, kemudian Subbag Program, dan terakhir adalah Subbag Hukum. Semua staf yang selesai membaca Tupoksinya, harus menjelaskan apa saja yang sudah dilaksanakan terkait kerja-kerja tersebut, dan apa kesulitan masing-masing.

Ketua KPU Kota Bandar Lampung, Fauzi Heri, mengatakan, selama ini Tupoksi yang tertera di jabatannya dianggap tidak serius. Padahal ini sangat penting untuk mengukur kinerja pegawai. “Jangan sampai ada pegawai yang mengerjakan pekerjaan lain, sementara tugas intinya tidak dikerjakan,” tegasnya. Ke depan, sambung Fauzi, akan kembali dilakukan evaluasi terkait kinerja ini.

Rapat kemudian merekomendasikan sejumlah keputusan, diantaranya harus ada laporan secara berkala setiap bulan tentang kondisi kepegawaian, laporan tingkat kehadiran staf sekretariat, dan menambahkan menu di website KPU Kota Bandar Lampung tentang informasi kepegawaian. (Fioren)

Gaung Rumah Demokrasi Harus Diperkuat

Bandar Lampung: Apel setiap Senin pagi adalah terobosan yang dilakukan oleh KPU Kota Bandar Lampung, untuk meningkatkan semangat kerja dan kinerja. Setiap Senin pagi itu, secara bergantian komisioner, sekretaris, dan Kasubbag menjadi pembina apel.

Pada apel Senin (22/8) ini komisioner KPU Kota Bandar Lampung, Fadilasari, menjadi pembina upacara. Dalam pengarahannya, Fadilasari mengatakan, meskipun sedang tidak dalam tahapan Pemilu, KPU Kota Bandar Lampung masih melaksanakan tugas-tugas penting, diantaranya adalah Pendidikan Pemilih.

Hal ini berkaitan dengan ditetapkannya KPU Kota Bandar Lampung, sebagai Pilot Project Pusat Pendidikan Pemilih, dari KPU RI, sejak 2015 lalu. “Masih ada dua kegiatan lagi yang belum kita lakukan di tahun ini. Dua kegiatan itu harus segera kita tuntasnya hingga September mendatang,” katanya.

Dalam tahun ini sesuai instruksi dari KPU RI, KPU yang menjadi pilot project harus melaksanakan setidak-tidaknya empat kegiatan pendidikan pemilih.

Ketua Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat itu menyatakan, selama ini banyak yang mempertanyakan apa kerja KPU bila sedang tidak Pemilu. “Melalui program Pusat Pendidikan Pemilih inilah peran KPU harus ditegaskan, bahwa kita bekerja terus, baik saat tahapan maupun tidak ada tahapan Pemilu. Gaung Rumah Demokrasi KPU Kota Bandar Lampung harus lebih diperkuat,” kata mantan jurnalis Metro TV ini.

Ke depan, diharapkan para pelajar maupun mahasiswa di kota Bandar Lampung dapat lebih memanfaatkan Rumah Demokrasi ini sebagai media pembelajaran demokrasi dan kepemiluan. “Kita akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung, agar program KPU Kota Bandar Lampung ini dapat tersoalisasikan ke sekolah-sekolah,” katanya. (Fioren)

Julius Gultom Gantikan Pansor

Bandar Lampung, KPU Bandar Lampung menetapkan calon pengganti antar waktu (PAW), Julius Gultom, asal Partai PDI Perjuangan Daerah Pemilihan (Dapil) Lima, memenuhi syarat untuk menggantikan Muhammad Pansor yang sebelumnya meninggal dunia.

Penetapan itu tertuang dalam Berita acara Nomor.119/BA/VIII/2016 tentang Pemeriksaan Pemenuhan Persyaratan Calon Pengganti Antar Waktu Anggota DPRD Bandar Lampung hasil pemilu Tahun 2014 yang ditetapkan dalam Rapat Plenohari Kamis (18/08).

Ketua KPU Kota Bandar Lampung, Fauzi Heri mengatakan dalam proses PAW, pihaknya hanya melakukan verifikasi terhadap tiga dokumen yaitu perolehansua rasah calon sebagaimana dimaksuddalam lampiran model DB-1;peringkat perolehan suara calon sebagaimana dimaksud dalam lampiran EB-3 dan Daftar Calon Tetap (DCT) pada partai politik yang sama dan pada daerah pemilihan yang sama.

“Hasil pencermatan terhadap dokumen-dokumen tersebut, Julius Gultom merupakan caleg peraih suara terbanyak berikutnya yakni sebesar 2.366 suara dan selanjutnya ia dinyatakan layak menggantikan Pansor,” terangnya.

Sementara itu Kasubag Teknis KPU Kota Bandar Lampung, Iswanto menjelaskan dalam melakukan penelitian berkas PAW, KPU Kota Bandar Lampung dibatasi waktu selama lima harikerja sejak diterimanya surat yang dikeluarkan oleh Pimpinan DPRD.

Selain menyiapkant iga dokumen yang akandiverifikasi, KPU Kota Bandar Lampung juga melampiri permohonan dokumen PAW itu dengan lampiran berkas calon yang telah ditetapkan sah pada pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 lalu.

“Berkas pencalonan Julius Gultom pada Pileg 2014 lalu, ikut juga kami sampaikan kepada Pimpinan DPRD Kota Bandar Lampung untuk diteruskan kepada Gubernur Lampung. Dokumen yang sudah kadaluarsa seperti keterangan sehat jasmani, rohani dan bebas narkoba sudah diperbaharui oleh yang bersangkutan,” ungkapnya.

Sebelumnya, KPUKota Bandar Lampung padahari Jumat (12/08) lalu, menerimasurat dari DPRD Kota setempat bernomor 170/2058/23/II.13/2016 terkait PAW Muhammad Pansor. Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Dapil Lima asal Partai PDI Perjuangan itu diketahui menjadi korban pembunuhan.

Ia dikhabarkan menghilang sejak tanggal 15 April 2016 dan Kemudian pada 19 April 2016 lalu, aparat kepolisian di Sumatera Selatan menemukan potongan mayat yang diduga itu adalah Muhammad Pansor. Dari hasil tes DNA dan laboratorium forensik di Puslabfor Mabes Polri diketahui potongan mayat itu adalah Pansor. (**swat)

Penyesuaian dan Pembagian Divisi di KPU Bandar Lampung

Bandar Lampung: Komisioner KPU Kota Bandar Lampung melakukan penyesuaian dan pembagian divisi di lingkungan kerja lembaga penyelenggara Pemilu tersebut. Hal itu untuk menindaklanjuti surat dari KPU RI perihal Penamaan dan Pembagian Divisi Anggota KPU, baik di propinsi, maupun kabupaten/kota, tertanggal 1 Agustus 2016.

Dalam rapat pleno yang dihadiri lima komisioner dan sekretaris tersebut, Senin (08/08), selain penyesuaian dan pembagian divisi sesuai arahan KPU RI, juga dilakukan pergantian (rolling) ketua divisi. Ketua KPU Bandar Lampung, Fauzi Heri, yang semula menjadi ketua Divisi Hukum, kini menjadi ketua Divisi Teknis. Komisioner Fadilasari, yang semula menjadi ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Pemutakhiran Data, dan Hubungan Antarlembaga, kini menjadi ketua Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat.

Kemudian Dedy Triadi yang semula ketua Divisi Logistik kini menjadi Divisi Hukum. Fery Triatmojo yang sebelumnya menjadi ketua Divisi Teknis kini menjadi Ketua Divisi Perencanaan dan Data. Sementara Ika Kartika yang semula adalah ketua Divisi SDM dan Rumah Tangga, disepakati menjadi ketua Divisi umum, Keuangan, dan Logistik.

Ketua KPU Fauzi Heri mengatakan, sesuai perintah dari KPU RI, maka KPU Bandar Lampung perlu melakukan penyesuaian dan pembagian divisi, agar seragam se-Indonesia. Selain itu khusus untuk di KPU Kota Bandar Lampung, juga dilakukan pergantian ketua-ketua divisi untuk penyegaran. “Kami harapkan dengan pergantian ketua divisi ini kinerja lembaga ini menjadi lebih baik,” katanya. (Fioren)

Siswa SD Antusias Bertanya Pada Walikota Bandar Lampung

Bandar Lampung : Kegiatan “Jumpa Walikota” yang digelar KPU Kota Bandar Lampung dan melibatkan 50-an siswa SD sekota Bandar Lampung, berlangsung semarak dan akrab. Banyak siswa yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan cerdas, kritis, dan kerap mengundang gelak tawa yang hadir.

Acara yang digelar di ruang rapat walikota Bandar Lampung, Selasa (02/08) itu, turut dihadiri oleh kepala dinas pendidikan Bandar Lampung, para asisten, dan anggota DPR RI, H. Tamanuri yang kebetulan sedang berkunjung ke kantor walikota. Dan tentu saja dihadiri para komisioner, sekretaris, dan staf kesekretarian KPU Kota Bandar Lampung.

Dalam sambutannya, walikota Herman HN mengatakan, sangat senang atas kunjungan anak-anak SD tersebut. Selain anak-anak bisa langsung bertemu dengan kepala daerah, juga dapat menjadi pendidikan politik yang baik sejak dini. “Ini program yang amat bagus untuk terus dilanjutkan. Saya mengapresiasikan kegiatan yang digelar oleh Rumah Demokrasi KPU Kota Bandar Lampung ini,” katanya.siswa sd

Lebih dari satu jam walikota menjawab pertanyaan siswa SD yang diajukan secara bergantian itu. Mereka kebanyakan bertanya seputar program dan keseharian walikota Bandar Lampung.

Salah seorang siswa, misalnya, bertanya,” Apa cita-cita bapak, ketika masih duduk di sekolah dasar seperti kami?” Herman HN menjawab, ketika masih SD, dia hanya bercita-cita sederhana. Hanya ingin menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara. Jadi belum ada cita-cita mau menjadi walikota dua periode seperti sekarang. “Jadi anak-anakku, saat ini yang terpenting kalian bertekad untuk menjadi anak yang pintar dan berguna bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Siswa SD lain bertanya, “Dari manakah uang yang bapak gunakan untuk membangun fly over?” Setelah terdiam sejenak karena hadir tertawa, Herman HN menjawab, bahwa dana yang digunakan untuk membangun fly over adalah dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sumbernya adalah dari pajak, parkir, dan penerimaan lainnya.

Pertanyaan unik lainnya adalah, “Bagaimana agar rakyat di Bandar Lampung ini duitnya banyak?”. Walikota menjawab, pemerintah kota sudah membuka berbagai program kerja, peluang usaha, dan berpaya memajukan usaha kecil dan menengah, dengan memberi bantuan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Kami dorong terus agar masyarakat bisa kreatif dan dapat membuka peluang kerja sendiri,” ujarnya.

Sementara menanggapi siswa yang menanyakan apakah suka duka selama menjadi walikota, Herman HN menjawab, seperti menjadi kepala daerah itu banyak sukanya. Namun dukanya juga ada, karena sering dihujat-hujat orang. Tapi yang menghujat itu hanya jarak jauh, tidak secara langsung. “Tapi itu tidak masalah, saya sudah bertekat untuk memajukan kota Bandar Lampung ini,” tuturnya.

Usai berdialog, walikota mengajak siswa SD dan para guru pendampinginya masuk ke ruang kerjanya. Siswa SD pun berfoto bersama secara bergantian. Setelah sesi berfoto usai, Herman HN membuka kulkasnya, dan mempersilahkan siswa-siswa SD mengambil minuman sesuai dengan selera masing-masing. (Fioren/Mauli)

Siswa SD Kunjungi Rumah Demokrasi KPU Kota Bandar Lampung

Bandar Lampung : Komisi Pemilihan Umum Kota Bandar Lampung menerima kunjungan siswa-siswa perwakilan dari Sekolah Dasar (SD) di Kota Bandar Lampung, Selasa (02/08). Mereka datang ke Rumah Demokrasi KPU Kota Bandar Lampung, untuk mengetahui tentang proses demokrasi dan Pemilu di kota tapis berseri ini.

Kunjungan itu sendiri merupakan rangkaian dari kegiatan “Jumpa Wakil Rakyat” yang menjadi program Pusat Pendidikan Pemilih, KPU Kota Bandar Lampung. Para siswa yang berjumlah 50 orang yang berasal dari 10 sekolah dan didampingi oleh guru masing-masing itu, sebelumnya berkumpul di aula KPU Kota Bandar Lampung.

Dalam kata sambutannya ketua KPU Kota Bandar Lampung Fauzi Heri menyatakan, tugas KPU bukan hanya menyelenggarakan Pemilu saja. Tapi juga terus melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih bagi warga negara. “Sebelumnya ada juga siswa SD yang datang ke Rumah Demokrasi ini, lalu kami ajak ke DPRD Bandar Lampung, yang dikemas dalam kegiatan “Goes to Parlemen,” katanya.

Fauzi menjelaskan, Pemilu adalah proses memilih pemimpin. Baik yang duduk di legislatif maupun eksekutif. “ Pemilu ataupun Pilkada merupakan suatu proses dari demokrasi sebagai bentuk dari kedaulatan rakyat, artinya rakyat memiliki peranan penting dalam menentukan pemimpinnya,” katanya.

Sementara Komisioner KPU Kota Bandar Lampung, Fadilasari. mengatakan, pendidikan pemilih yang dilakukan KPU memang bukan hanya pada warga yang sudah memasuki usia dapat memilih, namun juga pada pra pemilih. “Tujuannya agar adik-adik bila sudah sampai waktunya, yaitu ketika sudah berusia 17 tahun, dapat menjadi pemilih yang cerdas dan berkualitas,” katanya.

Ketua Pokja Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih KPU Bandar Lampung itu menambahkan, bahwa Rumah Demokrasi KPU Kota Bandar Lampung terbuka menerima kunjungan para siswa yang ingin mengetahui lebih jauh tentang demokrasi dan kepemiluan, termasuk tahap-tahapan Pemilu. “Kami menyediakan ruangan simulasi pemungutan suara seperti di TPS, memutarkan film documenter, dan permainan yang berkaitan dengan Pemilu,” kata mantan jurnalis Metro TV ini.

Antusiasme para peserta dalam mengikuti diskusi terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait dengan tugas-tugas KPU. Mereka lalu mengunjungi ruang simulasi, ruang galeri dan ruang audio, serta berfoto bersama disana. (Mauli)

Rakor dan Halal Bihalal Usai Libur Idul Fitri

Bandar Lampung: KPU Kota Bandar Lampung menggelar halal bihalal dan rapat kordinasi pertama usai libur panjang Idul Fitri, Senin (11/7) pagi. Kegiatan yang digelar di aula KPU Kota Bandar Lampung itu dihadiri oleh para komisioner, sekretaris, dan staf sekretariatan. Acara dimulai dengan saling bermaaf-maafan yang ditandai dengan saling berjabat tangan.

Sekretaris KPU Kota Bandar Lampung, Jainudin, mengawali sambutan dengan mengajak para yang hadir mengirimkan Al fatehah dan doa untuk almarhum Ketua KPU RI, Husni Kamil Manik, yang berpulang pada Kamis (7/7) lalu. “Kita sangat berduka dengan meninggalknya Ketua KPU RI, yang sudah banyak berbuat untuk kemajuan lembaga ini,” kata Jainudin.

Terkait kehadiran para staf di hari pertama masuk kerja setelah libur panjang ini, Jainudin menyatakan, sesuai arahan dari Menpan RI, maka pihaknya akan mengirimkan laporan kehadiran para staf ke Menpan, KPU RI. Dan KPU RI.

Komisioner KPU Kota Bandar Lampung, Fadilasari, mengatakan, KPU harus kembali siap melanjutkan program pendidikan pemilih, meski tahapan Pemilu masih jauh. Sesuai program dari KPU RI, tahun ini ada empat program Rumah Demokrasi yang harus dilaksanakan oleh KPU Kota Bandar Lampung. Dua diantaranya sudah dilaksanakan, yaitu peluncuran Rumah Demokrasi dan diskusi demokrasi antara mahasiswa dengan komisioner KPU RI, pada Juni 2016 lalu. “Masih ada dua kegiatan lagi yang akan kita rancang dan laksanakan dalam tahun ini,” katanya.

Fadilasari yang biasa disapa Ila ini menambahkan, sebagai tindak lanjut peluncuran Rumah Demokrasi, terpenting adalah bagaimana rumah demokrasi banyak dikunjungi oleh para pelajar maupun mahasiswa, sebagai sarana untuk mengetahui lebih jauh tentang Pemilu dan demokrasi. “Nanti akan kita fasilitasi kiunjungan tersebut secara bergiliran,” kata komisionser yang membidangi Pendidikan pemilih, Sosialisasi, dan Pemutakhiran Data itu.

Sementara ketua KPU Kota Bandar Lampung, Fauzi Heri, menyatakan, sesuai instruksi KPU RI, semua KPU propinsi/ kabupaten/kota mempunyai kewajiban untuk menggelar rapat pleno setiap hari Senin. Hal itu sudah dilaksanakan, sejak awal instruksi itu dikeluarkan. “ Kami minta untuk KAsubbag Hukum untuk mendokumentasikan setiap keputusan dari rapat pleno,” katanya.

Fauzi sedikit memberi tauziyah dalam acara tersebut. Dia meminta agar amalan-amalan baik yang sudah dilaksanakan selama bulan ramadhan lalu tetap dipertahankan hingga ramadhan berikutnya. Jangan terhenti pada ramadhan saja. “Biasanya ibadah kita masih baik pada bulan Syawal, tapi makin menurun di bulan berikutnya. Harapan kita, ibadah dan kebaikan yang dilakukan di bulan ramadhan kemarin tetap berkelanjutan,” ujarnya. (Fioren)

KPU RI Resmikan Rumah Demokrasi KPU Kota Bandar Lampung

Bandar Lampung : Komisioner KPU RI, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Anggota KPU RI, meresmikan Rumah Demokrasi KPU Kota Bandar Lampung, Senin (02/06). Rumah Demokrasi itu merupakan penerjemahan konsep rumah pintar Pemilu yang digagas KPU RI dimana Bandar Lampung menjadi salah satu daerah yang menjadi pilot project pusat pendidikan pemilih.

Kedatangan mantan Ketua KPU Jawa Barat itu disambut prosesi adat pantun bersahut yang ditampilkan oleh staf di lingkungan KPU Kota Bandar Lampung. Ferry mendapat kehormatan untuk memotong kain putih penghalang sebagai simbol adat bagi tamu untuk masuk ke dalam rumah. Wakil Walikota Bandar Lampung, Yusuf Kohar nampak Ikut menyambut kedatangan anggota KPU RI.

Dalam sambutannya, komisioner KPU RI itu mengatakan, pendirian Rumah Demokrasi di Kota Bandar Lampung merupakan salah satu program strategis nasional KPU RI. Eksistensi Rumah Demokrasi adalah bukti komitmen lembaga KPU untuk meningkatkan kualitas pemilih sebagai aktor utama dalam demokrasi. “Tidak ada Pemilu tanpa pemilih dan tidak akan pernah hadir pemilu berkualitas tanpa pemilih yang cerdas.” ungkapnya.

Lebih lanjut Ferry menegaskan membangun dan menumbuhkan pemilih yang cerdas, mandiri dan rasional membutuhkan penanganan yang sistematis, komprehenshif dan berkelanjutan. Pendidikan pemilih bukan saja menjadi tanggungjawab partai politik, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh lembaga pemerintahan.

“Meskipun tugas mendidik pemilih diatur dalam undang-undang menjadi tugas partai politik, namun KPU sebagai penyelenggara Pemilu secara inherent juga memiliki tanggungjawab tersebut. Rumah Demokrasi hadir untuk mendekatkan pemilih dengan institusi yang dapat memfasilitasi mereka untuk mendapatkan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan di bidang kepemiluan dan demokrasi,“ paparnya.

Pada kesempatan yang sama Wakil Walikota Bandar Lampung Muhammad Yusuf Kohar dalam sambutannya mengapresiasi upaya KPU Bandar Lampung yang telah membangun Rumah Demokrasi.

“Keberadaan Rumah Demokrasi menjadi wadah mendapatkan informasi dan pusat pendidikan mengenai Pemilu, dan kami merasa bangga dengan KPU Bandar Lampung. Harapan kami dari tahun ke tahun penyelenggaran Pemilu akan lebih baik lagi,” katanya.

Dalam kesempatan itu juga Yusuf Kohar melontarkan testimoni bahwa selama pelaksanaan Pilkada tahun 2015 lalu, KPU Kota Bandar Lampung telah menunjukkan independensi dan integritas. Ia berhadap agar KPU Kota Bandar Lampung tetap menjaga independensi dan profesionalitasnya dalam menyelengarakan kegiatan kepemiluan agar fungsi demokrasi bisa ditegakan.

“Kita semua berteman. Namun dalam pelaksanaan Pilkada yang lalu, KPU Kota Bandar Lampung tetap menunjukkan independensi dan integritasnya. Pemerintah Kota Bandar Lampung akan mensuport kegiatan Rumah Demokrasi ini,” tutupnya.

Dalam acara peresmian Rumah Demokrasi tersebut, juga diadakan simulasi pemungutan suara di ruang simulasi. Pada kesempatan tersebut anggota KPU RI Ferry Kurnia RIzkiyansyah dan Wakil Walikota Bandar Lampung Muhammad Yusuf Kohar dan pengurus partai politik berkesempatan untuk menjadi pemeran dalam simulasi tersebut. Mereka memperagakan cara mencoblos di TPS, yang panitia pemungutan suaranya adalah para pemilih pemula dari berbagai kampus di Lampung.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan di ruang audiovisula dan ruang galeri. di tempat itu, satf KPU Kota Bandar Lampung menampilkan prosesi adat Warahan Demokrasi yang ditampilkan dalam suasana adat Lampung Pesisir. (Susi Megawati)

Pemilih Cerdas Kunci Terciptanya Pemerintah Yang Pro Rakyat

Bandar Lampung : Menjadi pemilih cerdas menjadi kunci keberhasilan Pemilu. Dengan adanya Pemilu yang berkualitas, maka tujuan bernegara yang diwakili oleh pemerintah akan tercapai. Tentu saja, kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat bisa diwujudkan. Pemilu menjadi jembatan bagi terciptanya pemerintahan yang dikehendaki oleh rakyat.

Hal itu menjadi kesimpulan dalam diskusi dengan tema “Urgensi Pendidikan Pemilih bagi Pemilu yang Berkualitas: yang diselenggarakan di Rumah Demokrasi KPU Kota Bandar Lampung.

“Pemerintahan yang baik akan berorientasi kepada kesejahteraan rakyatnya. Nah, peran pemilih yang cerdas akan mewujudkan Pemilu yang berkualitas yang akan menciptakan pemimpin yang terpilih yang berorientasi kepada kesejahteraan rakyatnya,” kata komisioner KPU RI, Ferry Kurnia Rizkiansyah, yang menjadi narasumber dalam diskusi tersebut.

Dalam diskusi yang dimoderatori oleh anggota KPU Propinsi Lampung Handi Mulyaningsih itu, Ferry menegaskan bahwa dalam setiap pelaksanaan demokrasi pasti membutuhkan biaya. Namun jika diukur dengan pendapatan asli daerah, maka biaya bagi penyelenggaraan Pemilu itu terhitung sangat kecil.

Diskusi yang diikuti oleh pemilih pemula dari kampus IAIN raden Intan Bandar Lampung dan Universitas Lampung itu, berlangsung interaktif. Beberapa pertanyaan oleh mahasiswa justru mempertanyakan peranan partai politik yang hanya memberikan pendidikan politik kepada pemilih untuk memilih partai mereka.

Topet, mahasiswa fakultas Syariah IAIN Bandar Lampung mempertanyakan mengapa KPU yang mengambil tanggungjawab untuk memberikan pendidikan pemilih. “Partai politik hanya mementingkan pendidikan pemilih agar masyarakat yang menjadi pemilih memilih partai mereka saja. Lalu mengapa KPU mengambil alih tugas partai politik yang diatur oleh undang-undang tersebut?” tanyanya.

Dalam kesempatan itu, Ferry memastikan bahwa tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa diatur dalam pembukaan UUD 1945 yang menjadi konstitusi negara RI. Jadi, tanggungjawab mencerdaskan pemilih yang nantinya akan memilih pemimpin yang berorientasi kepada kesejahteraan rakyatnya juga melekat tidak hanya pada kelembagaan KPU, tetapi juga pada seluruh lembaga pemerintah.

“Pendidikan pemilih menjadi salah satu aktivitas mencerdaskan kehidupan bangsa. Jadi tidak hanya KPU saja yang bertanggung jawab untuk mencerdaskan bangsa, tetapi seluruh kita bertanggungjawab untuk itu,” ujarnya.

Sementara itu, Imam Mahmud, dari Universitas Lampung, mempertanyakan bagaimana upaya KPU untuk memfasilitasi kondisi bonus demografi di Indonesia dimana akan banyak usia produktif yang nantinya akan memilih. Namun kondisi tersebut terkadang tidak diimbangi dengan banyaknya pemilih pemula yang terdata.

“Tahun 2020 hingga 2030 akan terjadi bonus demografi. Pemilih pemula akan banyak sekali jumlahnya. Akan tetapi mereka banyak yang tidak terdata ketika akan memilih. Bagaimana KPU mengantisipasi permasalahan ini?’ tanyanya.

Menjawab hal tersebut, Ferry Kurnia mengatakan bahwa mahasiswa harus bisa lebih responsif. Tidak hanya menunggu petugas mendatangi, tetapi aktif mencari tahu dan mendaftarkan dirinya kepada petugas.

“Mahasiswa harus bisa merespon dan kemudian berinisiatif ketika dirinya tidak terdaftar dalam Pemilu. Dan lebih baik lagi ketika mahasiswa mampu mensosialisasikan dan mengajak masyarakat di lingkungan sekitarnya untuk berpartisipasi pada Pemilu dan memperhatikan apakah mereka telah terdaftar atau belum dalam DPT,” jawabnya.

Komisioner KPU RI itu berpesan kepada mahasiswa agar menjadi pelaku sejarah, bukannya menjadi penonton sejarah yang hanya bisa termangu dan menggigit jari ketika melihat orang lain disekitarnya berkembang maju dan berprestasi. Pesan itu menjadi penutup diskusi perdana yang diselenggarakan oelh Rumah Demokrasi KPU Kota Bandar Lampung.
(Ngabehi/ Susi Megawati)

Rumah Demokrasi Sebagai Pembelajaran tentang Pemilu dan Demokrasi

Bandar Lampung: KPU Kota Bandar Lampung menggelar gladi resik untuk peresmian Rumah Demokrasi, Rabu (1/6). Gladi resik itu melibatkan para pemilih pemula, yaitu mahasiswa, yang akan menjadi petugas simulasi Pemilu dan mengikuti diskusi dengan KPU RI.

Setelah mendapat pengarahan dari komisioner KPU Kota Bandar Lampung, Fadilasari, Fery Triatmojo,Dedy Triadi, dan Ika Kartika, seputar teknis acara, para mahasiswa lalu menggelar simulasi Pemilu. Mereka dibagi menjadi petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS), saksi, Linmas, pemantau, para pemilih yang akan mencoblos surat suara di TPS.

Sementara Ketua KPU Kota Bandar Lampung, Fauzi Heri, fokus mengarahkan para staf KPU yang akan bertugas menyampaikan warahan demokrasi dan pantun selamat datang berbahasa Lampung. “Kami ingin memastikan persiapan untuk acara esok hari sudah maksimal, baik pemilih pemula maupun para staf KPU yang bertugas,” kata Fadilasari, ketua Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih KPU Kota Bandar Lampung.

Peresmian dan penandatangan prasasti akan digelar pada Kamis (2/6) esok, yang akan dihadiri oleh komisioner KPU RI, Ferry Kurnia Rizkiyansyah. Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang bertema “Urgensi Pendidikan Pemilih terhadap Demokrasi dan Pemilu yang Berkualitas”.

Walikota Bandar Lampung, Herman HN, dan KPU RI, yang akan menandatangani prasasti Rumah Demokrasi, sebagai simbol peresmian tempat pendidikan pemilih bagi warga Kota Bandar Lampung tersebut.
Kelak, pusat pendidikan pemilih KPU Kota Bandar Lampung itu, akan menjadi sarana yang pembelajaran bagi masyarakat yang ingin mengetahui tentang Pemilu dan Demokrasi, khususnya di Kota Bandar Lampung.

Fadilasari menyatakan, selama ini banyak masyarakat, khususnya pemilih pemula yang datang ke KPU Kota Bandar Lampung, baik mahasiswa, pelajar, maupun siswa Sekolah Dasar, untuk mengetahui tugas-tugas kepemiluan yang dilakukan KPU Kota Bandar Lampung.

“Dengan adanya Rumah Demokrasi ini, kelak pengunjung tak hanya mendengarkan pemaparan tentang Pemilu dan demokrasi dari Komisioner dan secretariat, tyapi juga bisa mengikuti simulasi Pemilu, menonton film documenter, dan melihat gallery foto serta dokumentasi pelaksanaan Pemilu/Pemilukada di Kota Bandar Lampung,” kata mantan jurnalis Metro TV ini. (Fioren)

KPU RI Akan Hadiri Peresmian Rumah Demokrasi

Bandar Lampung: KPU RI akan menghadiri peresmian (lounching) dan penandatanganan prasasti Rumah Demokrasi, KPU Kota Bandar Lampung. Anggota KPU RI yang dipastikan hadir adalah Ferry Kurnia Rizkiyansyah. Acara itu juga akan dihadiri oleh walikota Bandar Lampung, Forkompimda Kota Bandar Lampung, KPU Propinsi, KPU Kabupaten/Kota, serta para pemilih pemula.

Ketua KPU Kota Bandar Lampung, Fauzi Heri, mengatakan, berbagai persiapan untuk acara yang akan digelar pada Kamis (2/6) mendatang itu sudah maksimal. Ruang-ruang yang diperuntukkan bagi aktivitas Rumah Demokrasi sudah selesai didesain dan dibangun. “Hasil kordinasi kami dengan KPU Propinsi Lampung, Pak Fery Kurnia Rizkiyansyah komisioner KPU RI positif hadir pada acara peresmian,” ujarnya.

Sementara itu komisioner KPU Kota Bandar Lampung, Fadilasari, menyatakan, acara itu akan diwarnai dengan nuansa adat budaya Lampung. Ketika rombongan KPU RI dan KPU Propinsi datang, akan disambut dengan berbalas pantun dari staf KPU Kota Bandar Lampung. “Para petugas dan KPU RI nanti akan menggunakan atribut adat Lampung,” katanya.

Para tamu lalu akan masuk ke ruang aula untuk mengikuti acara seremoni dan penandatanganan prasasti Rumah Demokrasi. Setelah itu akan masuk ke ruangan simulasi, ke ruang galeri, dan ruang audiovisisual.

Di ruang itu itu nanti para undangan akan men dengarkan warahan demokrasi berbahasa Lampung, dan suguhan lagu-lagu Lampung yang diiringi oleh gitar tunggal dan cetik, alat musik khas Lampung. “Setelah itu akan kita gelar diskusi antara KPU RI dengan para pemilih pemula,” ujarnya. (Fioren)

Rumah Demokrasi Segera Dilounching

Bandar Lampung : Rumah Demokrasi KPU Kota Bandar Lampung akan segera diresmikan (dilounching). Peresmian itu rencananya akan digelar pada Kamis, 2 Juni 2016, mendatang. Berbagai persiapan untuk peresmian itu sedang dilakukan oleh staf dan komisioner KPU Kota Bandar Lampung.

Rencananya, acara itu akan mengundang komisioner KPU RI, KPU Propinsi, walikota dan wakil walikota Bandar Lampung, unsur Muspida, para stakeholder, dan perwakilan siswa SMU se-kota Bandar Lampung. Para stakeholder yang dimaksud diantaranya adalah partai politik, akademisi, dan tokoh masyarakat.

Sekretaris KPU Kota Bandar Lampung, Jainudin, mengapresiasi kinerja Komisioner beserta jajaran sekretariat yang telah bersungguh-sungguh dalam mewujudkan Rumah Demokrasi di KPU Kota Bandar Lampung. “ Kita ingin acara ini bisa dipersiapkan secara maksimal, apalagi sejak awal kita sudah bekerja keras dalam mewujudkan Rumah Demokrasi, sesuai arahan dari KPU RI,” katanya.

Sementara itu anggota KPU Propinsi Lampung, Handi Mulyaningsih, saat berkunjung ke Rumah Demokrasi KPU Bandar Lampung, menyatakan rasa optimisnya, bila KPU Bandar Lampung dapat bekerja maksimal dalam melakukan pendidikan pemilih. “Bangun Rumah Demokrasi ini sudah baik dan menarik. Mudah-mudahan ke depan banyak masyarakat khususnya pemilih pemula yang berkunjung dan memanfaatkan sarana ini sebagai bagian dari pendidikan kepemiluan,” katanya.

Rumah Demokrasi KPU Kota Bandar Lampung yang mulai didesain sejak satu bulan lalu itu, saat ini pembangunannya sudah hampir selesai. Rumah Demokrasi sebagai pusat pendidikan pemilih itu dibagi menjadi empat ruangan, yaitu ruang audiovisual, ruang galeri, ruang simulasi, dan ruang diskusi. (Susi megawati)

KPU Agendakan Kegiatan Mengisi Ramadhan

Bandar Lampung: KPU Kota Bandar Lampung telah mengagendakan sejumlah rangkaian kegiatan selama Bulan Ramadhan pada bulan Juni mendatang. Agenda tersebut dibahas dalam acara coffee morning staf dan komisioner, yang digelar di ruang Rumah Demokrasi KPU Kota Bandar Lampung, Senin (16/05).
Komisioner KPU Kota Bandar Lampung, Ika Kartika, yang membidangi Divisi SDM dan Rumah Tangga, mengusulkan agar selama ramadhan, diisi dengan membaca Al-Quran, Shalat Dhuha dan buka puasa bersama, saya harapkan kalaupun bisa dikhatamkan sampai 30 juzz.

Banyak saran datang menanggapi rencana tersebut. Salah satunya dari Yudha Okistra, staf subbag
Hukum, yang menyarankan agar rencana Tadarus Qur’an pada kegiatan Ramadhan KPU tidak membatasi dan mewajibkan untuk mengkhatamkan dalam membaca Al-Quran. “Baiknya untuk membaca Al-Quran diserahkan ke masing-masing individu sebatas mana kemampuannya untuk menyelesaikan bacaan Qur’annya, sehingga tidak ada keterpaksaan dalam menjalankan amalan tersebut,”ujarnya.

Pendapat yang sama juga datang dari Romsiah staf subbag Program dan Data, yang menyarankan agar kegiatan tadarus Qur’an dilakukan dengan cara masing-masing staf membaca satu atau dua lembar sesuai dengan kemampuan masing-masing staf. “Saran untuk mengkhatamkan Qur’an ini sangat baik, tetapi, untuk dikhatamkan dalam satu hari, sepertinya agak sulit, karena hal ini juga harus disesuaikan dengan kemampuan kawan-kawan yang masih terbata atau belum lancar dalam membaca. Apalagi kegiatan ini termasuk kegiatan baru yang belum dibiasakan, dengan demikian perlu pembiasaan apabila ada kegiatan pengajian di KPU kedepannya,” katanya.

Saran juga datang dari komisioner KPU Bandar Lampung, Fery Triatmojo, agar diadakan shalat dhuha bersama di KPU. “ Untuk mengisi waktu pada pagi hari sebelum menjalankan aktifitas kerja, baiknya diadakan Sholat Dhuha Bersama, dan pada siang hari pada waktu Dzuhur diadakan sholat berjamaah. Kemudian diisi dengan tadarus bersama, dengan target bacaan tidak ditentukan,” paparnya.

Rangkaian kegiatan ramadhan ini direncanakan pada hari ketiga bulan Ramadhan atau pada hari Rabu tanggal 8 Juni 2016. Kegiatan rencananya akan dimulai pada pukul 10.00 pagi dengan agenda sholat Dhuha, dan kemudian tadarus bersama hingga menjelang acara buka puasa bersama oleh seluruh jajaran Sekretariat dan Komisioner KPU Kota Bandar Lampung.

Adanya rencana tersebut mendapatkan apresiasi dari Sekretaris KPU Kota Bandar Lampung, Jainuddin. “ini merupakan kegiatan positif yang sangat baik dan patut kita dukung untuk menambahkan amalan kita selama bulan Ramadhan,” ujarnya. (Susi Megawati)

Kesan-Kesan Staf KPU Kota Bandar Lampung pada (Alm) Hartina Alam

Jainuddin (Sekretaris KPU Kota Bandar Lampung)
Kepergiaan Hartina Alam yang masih melekat di ingatan kita, tentunya membuat kita merasa sangat kehilangan salah satu keluarga besar kita. Apalagi almarhumah memiliki dedikasi yang sangat baik selama bertugas. Banyak hal yang bisa kita petik sebagai pelajaran dari (alm) Bu Tina, dari sisi kapasitas beliau sebagai aparatur pemerintah maupun kapasitas beliau sebagai bawahan yang patuh dan bertanggungjawab dalam pelaksanaan tugas-tugasnya.
Saya selaku teman dan selaku atasan turut mendoakan dan berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga segala amal dan ibadah beliau diterima disisi Allah swt dan diampuni segala dosa-dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan.

Musnawi (Kasubbag Hukum)
Sejak pindah dari dinas pariwisata ke KPU tahun 2008, (alm) bu Tina diangkat menjadi bendahara Pilgub pada tahun 2008. Selama di KPU beliau aktif di keuangan dan logistik. Saat Pemilu Gubernur tahun 2008, Pemilu Legislatif tahun 2009, Pilwakot Tahun 2010, legislatif dan Pilpres dan Pilgub Tahun 2014, beiau menunjukkan dedikasi yang tinggi dan pekerja keras.

Syaiful Azwar (Staf di Subbag Umum)

Beliau sangat perhatian kepada stafnya. Apa saja yang menjadi pekerjaan kita apa, tanggung jawab yang harus kita jalankan, beliau juga selalu memotivasi untuk bekerja lebih baik lagi. Bu Tina juga cukup demokratis, terbuka terhadap masukan ataupun kritikan, selama kritikan itu memang baik untuk meningkatkan kualitas pekerjaan.

Faidayanti Utami (Bendahara)
Sebelum bu Tina wafat, sempat ada kata-kata beliau yang menyiratkan bahwa beliau mungkin tidak akan lebih produktif lagi pada pelaksanaan Pemilu Legislatif 2019 yang akan datang, karena kondisi badan beliau yang memang sudah sering sakit. Selama ini beliau sangat banyak memberikan nasehat, utamanya terkait dengan kehidupan keluarga. Nasehat beliau diantaranya untuk pandai-pandai dalam mengatur rumah tangga.

Ruddi Imam Nugroho (staf di Subbag Umum)
Setelah pulang dari tugas ke KPU RI Jakarta, memang beliau menceritakan kondisinya yang sakit sehingga harus banyak membutuhkan istirahat. Namun almarhumah mengatakan tidak bisa tenang beristirahat, karena khawatir banyak pekerjaan di kantor. Terakhir kali sebelum kepergiannya, beliau memberikan nasihat terutama tentang pekerjaan. Bagi saya, beliau tidak hanya sebagai teman kerja, tetapi juga sudah sebagai orangtua. Beliaulah yang mendorong saya agar lebih semangat untuk kuliah lagi meskipun kondisi keuangan saya yang tidak memungkinkan.

Laura Desilina (Staf di Subbag Umum)
Ibu Hartina Alam orangnya fleksibel, asik dan bertanggung jawab sebagai atasan terhadap anak buahnya dan tegas apabila anak buahnya memang tidak baik dalam menjalankan tugas. Sebagai atasan, (alm) Bu Tina memiliki jiwa sosial yang tinggi.

Manzully Arwan (Staf di Subbag Teknis)
Almarhumah yang sering kami sapa Mak Tina adalah sosok yang selalu banyak memberikan nasihat kepada bawahannya baik itu dari cara bergaul dan cara bekerja. Beliau juga sosok yang humoris dan penuh canda. Seminggu sebelum kepergian beliau, kami sering bersama, dan kebersamaan kami terakhir adalah saat jalan bersama untuk olahraga pagi. Beliau mengatakan bahwa beliau ingin terus bersama, bercanda seperti ini, yang memang tanpa disadari, perkataan beliau ini seperti pesan yang tersirat, bahwa beliau sangat bahagia atas kebersamaannya dengan rekan-rekan di KPU, bekerja dan bercanda bersama.

Tuyono (Staf di Subbag Program dan Data)
Bu Tina orang yang lincah dan gesit dalam bekerja. Dia juga orang yang tegas perhatian dengan kawan-kawan. Sedikit banyak kami memang saling menasihati satu sama lain. Saya mengingatkan beliau ketika duduk sebagai Kasubbag umum, dan beliau juga mengingatkan saya dalam pekerjaan di Subbag program dan perencanaan.

Yati Maryani (staf di Subbag Umum)
Almarhumah adalah seorang teman, sebagai seorang ibu yang mengayomi staf, dan sebagai tempat bertukar pikiran. Meski saya baru ditempatkan sebagai staf di Subbag umum, tapi beliau sudah banyak memberikan nasihat dan petunjuk dalam bekerja.

Iswanto (Kasubbag Teknis)
Sosok wanita pekerja yang sangat gigih, ulet dan memiliki jiwa sosial yang cukup tinggi, beliau disiplin dalam bekerja, walaupun beliau sakit beliau tetap masuk dan bekerja

Risma (Staf di Subbag Umum)
Almarhumah sangat baik dan perhatian terhadap anak buahnya, beliau banyak memberikan nasihat, dan nasihat yang beliau berikan itu tidak menggurui tapi bersifat membagikan pengalaman dengan memberikan contoh-contoh.

Suprihatin (Kasubbag Program dan Data)
Beliau orang yang fleksibel, dan ringan tangan banyak membantu orang, cukup banyak nasehat beliau yang memang baik. Diantaranya nasihat beliau untuk menjadi wanita yang mandiri yang bisa apa saja, sehingga tidak mengandalkan siapapun.

Hasbiyah (Staf di Subbag Hukum)
Bu Tina orang yang disiplin, dalam beberapa pekerjaan beliau sering mengambil keputusan cukup cepat, karena memang pekerjaan kita yang juga menuntut keputusan yang cepat. Selain itu sosok keibuan dari beliau yang memang sedikit banyak memberikan nasihat kepada rekan sejawatnya.

Retna Elyasari (Staf di Subbag Program dan Data)
Bu Hartina Alam selama bergaul tidak pilih kasih kepada teman-temannya. Selama ini beliau banyak memberikan nasihat rumah tangga, nasihat beliau yang sangat membekas diantaranya untuk tidak memarahi anak, bagaimanapun kesalnya kita dengan anak. Beliau juga mengatakan agar menjadi wanita yang kuat dan tidak bergantung kepada orang.