Badarudin Amir, SH., MH Kasubbag Teknis dan Hupmas

Bandar Lampung– Namanya Badarudin Amir. Pria berusia 44 tahun ini menjabat sebagai Kasubag Teknis dan Hubungan Partisipasi Masyarakat di KPU Kota Bandar Lampung. Pria berlatar belakang sarjana hukum itu juga menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen. Hobinya berolahraga membuat tubuhnya selalu prima. Salah satu olahraga yang digemarinya adalah bermain bulu tangkis.

Statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lembaga penyelenggara Pemilu itu ternyata tidak membuat hobinya berolahraga ditinggalkan begitu saja. Di lingkungan pekerjaannya, banyak rekan sejawatnya bahkan komisioner KPU Kota Bandar Lampung yang memiliki hobi yang sama. Jum’at pagi menjadi waktu mereka bermain bulu tangkis.

“Jika tidak ada agenda kegiatan, ya, Jumat pagi kita selalu main bulu tangkis. Saat pelaksanaan Pemilu seperti sekarang, kita bahkan mendapat tambahan pemain dengan bergabungnya anggota PPK. Ini kunci untuk menjaga kebugaran tubuh,” jelasnya.

Pria kelahiran Jakarta18 Maret 1974 ini terdaftar sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di KPU Kota Bandar Lampung mulai tahun 2009. Dibalik kesehariannya sebagai seorang ASN, ayah dari dua anak ini memiliki moto hidup yang luar biasa. Mottonya itu selalu ia tanamkan menginspirasinya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai ASN KPU.

“Secercah harapan jauh lebih baik dari pada ribuan langkah ilusi, dan tanggung jawab sebagai seorang kepala keluarga adalah mencari nafkah dengan bekerja tanpa melupakan keluarga. Yang jelas langkah pasti dan harapan dalam kehidupan, bukan hanya ilusi semata. Sebagai seorang ayah, sebisa mungkin ada waktu luanglah untuk keluarga. Apalagi ketika mau berangkat kerja, anak yang di tinggal itu akan merasa berat. Ada rasa masih ingin bersama kita. Jadi, harus ada waktulah untuk keluarga. Ketika kita bekerja, jangan hanya menggugurkan kewajiban saja. Hanya sekedar hadir, namun juga benar-benar bekerja agar bernilai ibadah juga dan bagaimana kita dapat bernilai manfaat untuk semua. Itu motto hidup saya. Alhamdulillah tetap saya pegang selama ini,” ujarnya.

Sebelum menjabat sebagai Kasubag Teknis dan Hupmas alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Indonesia bekerja sebagai staf di sub bagian hukum. Pada tahun 2014, ia melanjutkan studi Magister Hukum di Universitas Bandar Lampung (UBL). Pada tahun 2017 lalu, ia berhasil meraih gelar Magister Hukumnya dengan predikat sangat memuaskan. Ia merampungkan studi S2 nya itu dengan melakukan penelitian di KPU Kota Bandar Lampung tempat ia bekerja. Tesisnya yang berjudul “Analisis kinerja Komisi Pemilihan Umum di tingkat Kabupaten/Kota berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2015 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum” itu diganjar nilai sempurna “A”.

“Menuntut ilmu tiada henti. Dengan menambah ilmu pengetahuan, maka mind set saya akan lebih kaya dengan ide-ide kreatif. Bekerja di KPU itu harus kaya wawasan karena kita juga memiliki tanggung jawab untuk mencerdaskan anak bangsa melalui pemahaman yang konfrehensif tentang Pemilu dan Demokrasi. Apalagi di KPU Kota Bandar Lampung terdapat program Mahan Demokrasi,”  pungkasnya.

Wahyu Nita Sari

Leave a Reply