Jadi Santri Memang Keren, Paham Pemilu dan Demokrasi Luar Biasa

BANDAR LAMPUNG – Fikiran yang tenang, pandangan mata tertuju ke depan, memperhatikan guru mengajar adalah salah satu cara mudah memahami materi. Hal inilah yang dilakukan 50 santri Panti Budi Mulya Muhammadiyah saat KPU Kota Bandar Lampung memaparkan materi mengenai ‘Islam Pemilu dan Demokrasi’, Kamis (10/11/2017). Sebagai santri, mereka paham betut bagaimana takdzim murid dan guru dalam hal ini KPU.

Sebagai guru, Komisioner KPU Kota Bandar Lampung Feri Triatmojo mengatakan mondok sebagai santri itu keren. Namun, sebagai santri yang mengerti pemilu dan terlibat baik dalam demokrasi sangat luar biasa. “Sudah paham ilmu agama dan mengerti demokrasi Indonesia itu hebat,” kata Feri.

Ia mengatakan umat Islam tidak boleh anti dengan politik. Menurut Feri, Nabi Muhammad SAW juga berpolitik. Pergantian kepemimpinan dari Nabi Muhammad ke Khulafaur Rasyidin merupakan proses politik. “Setiap pergantian pemimpin itu proses politik,” kata dia.

Antusias peserta mendengarkan materi dari KPU Kota Bandar Lampung

Bagaimana jika tidak berpolitik? Feri mengatakan bahwa Surat Al-Maun dalam Al-Quran sudah mengingatkan tentang pendusta agama. Pendusta agama ialah orang yang tidak peka dengan kemiskinan dan anak yatim piatu. “Itu bisa diterjemahkan dengan masyarakat lemah,” kata dia.

Maka, orang yang tidak peduli dengan masyarakat lemah merupakan pendusta agama. Jika tidak peduli dengan demokrasi pun juga pendusta agama. “Karena dari demokrasi lahirlah pemimpin yang peduli dengan masyarakat lemah, atau bahkan pemimpin yang dzolim,” kata Feri.

Saat ini, di Arab yang merupakan tempat kelahiran Islam pun perlahan mulai menggunakan sistem demokrasi. Feri mengajak santri Panti Budi Mulya Muhammadiyah untuk aktif terlibat dalam demokrasi. Nantinya, proses demokrasi melalui politik bisa membantu rakyat lemah, menyejahterakan umat. “Semua itu produk demokrasi dan pemilu, serta proses politik,” ujar Feri.

Jika demokrasi tidak diisi dengan orang yang baik, kata Feri maka orang dzalim lah yang akan masuk. Adanya orang dzalim yang menjadi pemimpin akan membuat rakyat menderita. “Maka dari itu santri yang baik harus turut aktif dalam demokrasi,” kata dia. (ESA)

Leave a Reply