Jelang penyusunan DPS, KPU Bandar Lampung gelar Raker

Bandar Lampung– KPU Kota Bandar Lampung mengadakan rapat kordinasi dalam rangka  penyusunan daftar pemilih Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubenur Lampung Tahun 2018, di aula KPU setempat, Senin (19/02/2018). Rapat ini dihadiri seluruh komisioner KPU Kota Bandar Lampung, Panwas serta ketua, operator dan divisi teknis PPK dari 20 Kecamatan.

Ketua KPU Kota Bandar Lampung, Fauzi Heri mengatakan Pemutahiran data adalah proses yang penting untuk dilakukan oleh karena itu KPU harus mendapatkan dukungan dari semua pihak, terutama PPK.

“Dalam proses pemutahiran data KPU harus mendapat dukungan dan kerjasamanya dari semua pihak wabil khusus PPK yang diawali dari coklit, yang mana coklit itu sendiri memang memiliki banyak kendala karena tidak akuratnya data di A-KWK,” jelasnya.

Komisioner KPU Kota Banadar Lampung, Fery Triadmojo mengatakan operator harus fokus dengan tugasnya. Jika tidak bisa focus, harap melapor ke ketua PPK dan masing-masing PPK Harus mengadakan rapat kerja.

“Inikan ada anggarannya untuk Raker jadi masing-masing PPK dikecamatannya harus mengadakan raker agar KPU mudah untuk memonitoring kerja PPK,”ujarnya.

Ketua Panwas Kota Bandar Lampung Chandrawansyah mengatakan PPK harus amanah menjalankan tugas sesuai dengan aturan negara dan sesuai dengan kewajiban tugas pokok dan fungsinya sebagaimana yang telah tertuang di dalam undang-undang. Untuk itu ia menghimbau agar PPK mengadakan rapat kerja bersama panitia pengawas kecamatan untuk mendapat masukan terkait penyusunan daftar pemilih.

“Saya berharap PPK paham dengan tugasnya dan saya berpesan kepada PPK sebelum menyerahkan rekapitulasi hasil coklit, undang secara formal  Panwascam dalam rapat koordinasi mengenai pemutahiran PPDP,” tegasnya.

Rapat ini juga membahas permasalahan pemutahiran data yang ada di lapangan. Beberapa persoalan yang ditemui diantaranya ada beberapa data yang tertukar antar TPS yaitu di Kecamatan Sukarame, kurangnya kordinasi antara PPK dan PPL ke PPK dan PPS. Kendala PPDP di lapangan ternyata tidak hanya karena warganya yang sulit ditemui, namun ada juga sebagian PPDP yang mencoklit di malam hari karena profesi PPDP yang hanya memiliki waktu di malam hari.

Wahyu Nita Sari

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.