KPU Kota Bandar Lampung sampaikan rencana perubahan Dapil

Bandar Lampung– KPU Kota Bandar Lampung menyampaikan simulasi penataan Daerah Pemilihan (Dapil) DPRD setempat dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Oenataan Daerah Pemilihan (Dapil) yang diselenggarakan di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (14/11/2017).

Berdasarkan Data Agregat Kependudukan Kecamatan (DAK2) Semester I Tahun 2017 terjadi pergeseran jumlah penduduk Kota Bandar Lampung yang mengakibatkan terjadi perubahan kursi di dua Dapil sehingga prinsip proporsionalitas terlanggar.

Ketua KPU Kota Bandar Lampung Fauzi Heri menyampaikan akibat pergeseran jumlah penduduk itu alokasi kursi terendah berkurang menjadi enam kursi dan terbanyak tetap berjumlah sepuluh kursi. Berdasarkan kondisi itu, KPU Kota Bandar Lampung telah mendesain simulasi Dapil dengan mengutamakan prinsip proporsional sebagai dasar perubahan Dapil.

“Dalam forum ini saya ingin menyampaikan persoalan Dapil DPRD Kota Bandar Lampung serta bertanya kepada Komisioner KPU RI Bapak Ilham Saputra, apakah dalam kondisi seperti itu dimungkinkan kami melakukan perubahan Dapil?” tanyanya.

Selanjutnya Fauzi Heri menyampaikan berdasarkan formulir EB-1 tentang Rekapitulasi Jumlah Perolehan Suara Sah Parpol Pemilu Anggota DPRD Kota Bandar Lampung Tahun 2014, terdapat ketidaksetaraan suara yang mengakibatkan harga kursi tidak setara antara satu Dapil dengan Dapil lainnya. Nilai kursi terakhir antara Dapil yang memiliki alokasi kursi terbanyak berbeda dengan Dapil dengan alokasi kursi terendah.

“Prinsip kesetaraan suara dalam Pemilu Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dalam Pemilu Tahun 2014 juga terlanggar. Harga kursi terakhir di Dapil 1 hanya sejumlah 4.367 suara sah, sedangkan di Dapil lainnya di atas lima ribu suara,” jelasnya.

Fauzi menambahkan berdasarkan simulasi yang dibuat dengan menggunakan DAK2 Semester I Tahun 2017, terjadi penurunan jumlah penduduk dan mutasi penduduk antar kecamatan. Akibatnya Dapil 3 yang jumlah kursinya sebelumnya mencapai 7 kursi berkurang menjadi 6 kursi, dan Dapil 4 yang jumlah kursinya sebelumnya mencapai 8 kursi bertambah menjadi 9 kursi.

“Berdasarkan kondisi itu kami merencanakan adanya perubahan Dapil. Pada prinsipnya kami mengutamakan kesetaraan nilai suara dan proporsionalitas alokasi kursi antar Dapil. Desain Dapil ini jika disetujui KPU RI, akan kami sampaikan melalui KPU Provinsi dan akan kami sosialisasikan kepada stake holder dan masyarakat pada saat uji publik,” paparnya.

Menanggapi usulan tersebut Anggota KPU RI yang membidangi Divisi Teknis Ilham Saputra menyatakan mutasi penduduk yang mengakibatkan pergeseran alokasi kursi dapat dijadikan dasar untuk melakukan penataan Dapil. KPU Kota Bandar Lampung diminta untuk melanjutkan tahapan penataan Dapil dengan memberikan alternatif desain Dapil dan melakukan uji publik terhadap simulasi tersebut.

“Mutasi penduduk yang mengakibatkan perubahan jumlah kursi sehingga alokasinya menjadi tidak proporsional, dapat dijadikan dasar untuk penataan Dapil. KPU RI akan menerima alasan penataan Dapil itu sepanjang alasan tersebut masuk akal dan dapat diterima. Selanjutnya usulan penataan Dapil tersebut dikonsultasikan kepada KPU Provinsi untuk disampaikan kepada KPU RI agar dapat ditetapkan,” jelasnya.

Ngabehi Kojay

Leave a Reply