Pemilihan Ketua Kelas Pola Awal Pembelajaran Demokrasi

Bandar Lampung: Rumah Demokrasi KPU Kota Bandar Lampung kembali mendapat kunjungan dari siswa Sekolah Dasar. Kali ini, Selasa (26/09/2017), sebanyak 50 siswa yang hadir berasal dari empat seokolah yang berbeda, yaitu SD Ar Raudah, SDN 1 Sukarame, SDN 2 Harapan Jaya, dan SD 1 Way Dadi.

Mereka diterima oleh komisioner KPU Kota Bandar Lampung, Fadilasari dan Ika Kartika, sekretaris Jainudin, dan para staf KPU Kota Bandar Lampung. Dalam sambutannya, Jainudin mengatakan, kunjungan siswa SD ini merupakan kegiatan rutin di KPU Kota Bandar Lampung, yang sejak tahun 2015 lalu membangun Rumah Demokrasi, yang kegiatannya adalah melakukan pendidikan untuk pemilih dan prapemilih.

Fadilasari, selaku Ketua Divisi Partisipasi Masyarakat dan Pendidikan Pemilih ini, memberikan materi dengan terlebih dahulu memutar video pemilihan ketua kelas. Para siswa tampak sangat antusias. Selesai menonton, siswa diminta pendapatnya tentang film tersebut. Para siswa mengungkapkan betapa pentingnya keberadaan ketua kelas dalam proses belajar di sekolah, termasuk berkomunikasi dengan pihak sekolah.

Usai sesi menonton film, Fadilasari mengatakan, sejak di SD siswa sudah diajarkan untuk menggunakan hak pilihnya dalam memilih pemimpin. “Coba bayangkan bila di dalam kelas itu tidak ada ketuanya, siapa yang mengatur dan mengkoordinir siswa di kelas itu,” kata mantan jurnalis ini.

Ketika di SMP dan SMU, siswa akan meningkat bukan hanya memilih ketua kelas, tapi juga memilih ketua dan pengurus OSIS. “Di sekolah saja kita butuh pemimpin, apalagi di wilayah tempat kita tinggal. Baik di kota, provinsi, dan negara, semuanya harus ada yang memimpin. Proses pemilihan di sekolah itu, merupakan pembelajaran agar pada saatnya nanti siswa juga emngguankan hak pilihnya sebagai warga negara,”kata ketua Pzrogram Rumah Demokrasi KPU Kota Bandar Lampung.

Acara dilanjutkan dengan pemutaran video tatacara pemungutan suara di TPS, dilanjutkan dengan simulasi pemunguta suara di ruang simulasi. Di situ para siswa bermain peran menjadi petugas pemungutan suara dan siswa lainnya menjadi pemilih.

Dia akhir acara, para siswa memberikan testimoninya tentang jalannya kegiatan. Muhammad Rafadian Arrafi, dari SD Arraudah mengatakan, kunjungan ke Rumah Demokrasi ini sangat bermanfaat dan berguna sekali bagi para siswa. “Kami menjadi tahu, ternyata bila sudah berusia 17 tahun, kami bisa memilih pemimpin dan menentukan masa depan negeri ini,” katanya. (Fioren)

One Response

  1. carlleone
    carlleone at |

    mantap, lanjutkan

Leave a Reply