Penyelenggara Pemilu perlu nafas panjang

Bandar Lampung- Menyelenggarakan Pemilu dan Pilkada memerlukan nafas panjang. Tahapan-tahapan yang digelar menuntut daya tahan dari penyelenggaranya sehingga pelaksanaan kegiatan Pemilu dan Pilkada bisa berjalan dengan baik.

Hal itu diungkapkan oleh anggota KPU RI Pramono Ubaid Tantowi dalam sambutannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) terpadu pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah tahun 2018 gelombang IV di Semarang, Rabu (8/11/2017).

“Menyelenggarakan Pemilu atau Pilkada memerlukan nafas panjang dari penyelenggaranya. Jika diibaratkan pelari, ini tidak bisa dilakukan oleh pelari sprint, tetapi harus diselesaikan dalam jarak jauh secara marathon. Di sana-sini banyak tantangannya,” ujarnya.

Pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018 di 171 daerah diantaranya di 17 Provinsi, akan lebih berat hambatannya karena total pemilih yang akan terlibat di dalamnya hampir mencapai 75 % jumlah pemilih nasional. Oleh karena itu seluruh partai politik yang akan menghadapi Pemilu serentak tahun 2019 akan berupaya semaksimal mungkin mengerahkan konstituennya dalam Pilkada serentak tahun 2018.

“Total pemilih mencapai 75 % menjadikan Pilkada tahun 2018 menjadi pusat perhatian partai politik. Tiga provinsi besar yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat telah melebihi separuh total pemilih nasional,” paparnya.

Sementara itu Ketua Komisi II DPR RI Zainuddin Amali yang didaulat menjadi nara sumber mengatakan jangan sampai terjadi praktek-praktek kecurangan. Apabila terjadi praktek kecurangan dalam Pilkada tahun 2018, maka lukanya akan terbawa sampai ke Pileg dan Pilpres 2019.

“Waktunya berdekatan sehingga jangan sampai ada praktek kecurangan karena lukanya akan terbawa sampai ke Pilpres 2019. Komisi II berharap penyelenggara Pemilu berhati-hati dalam bekerja dan menunaikan tugasnya sebaik mungkin. Perlu juga diawasi PPK ke bawah, jangan sampai ada hal yang justru menodai kerja KPU yang sudah baik ini,” terangnya.

Ngabehi Kojay

Leave a Reply