Produk Demokrasi Lahirkan Regulasi

BANDAR LAMPUNG – Ada yang perlu diluruskan ketika banyak masyarakat yang beranggapan bahwa politik dan demokrasi perlu dihindari. Persepsi ini harus diluruskan, karena sejatinya melalui politik dan demokrasi, lahirlah regulasi. “Pejabat yang lahir dari demokrasi itulah yang akan membuat dan menjalankan regulasi,” kata Sekretaris KPU Kota Bandar Lampung Zainuddin dalam acara diskusi peningkatan partisipasi dan pembangunan komunitas bertajuk ‘Islam Pemilu dan Demokrasi’ di Panti Budi Mulya Muhammadiyah, Kamis (10/11/2017).

Pejabat politik merupakan pilihan rakyat. Oleh karena itu — didepan 50 santri Panti Budi Mulya Muhammadiyah –, Zainuddin mengatakan rakyat harus cerdas dalam menentukan calon yang akan dipilih. Pemahaman rakyat mengenai demokrasi harus ditambah. “Karena lima menit di dalam bilik suara bisa menentukan nasib lima tahun kedepan,” ujar Zainuddin.

Atas dasar ingin menyadarkan masyarakat akan pentingnya demokrasi dan politik, KPU Kota Bandar Lampung melalui program Mahan Demokrasi selalu melakukan upaya sosialisasi pemilu. Sebagai salah satu pilot project KPU RI, Mahan Demokrasi selalu menyosialisasikan pentingnya demokrasi dalam sebuah Negara.

Dalam konsep demokrasi, kata Zainuddin kepemimpinan ditentukan atas kehendak rakyat. Rakyatlah yang menentukan pilihan yang baik dan buruk. Zainuddin mengingatkan kepada puluhan santri tersebut bahwa rakyat harus paham fungsi sebagai warga Negara. “Santri disini tidak boleh anti-demokrasi dan anti-politik,” kata dia.

Apabila menilik sejarah, pendiri Muhammadiyah K.H Ahmad Dahlan setelah pulang dari menuntut ilmu di luar negeri merasa prihatin dengan kehidupan bangsa. Tekad K.H Ahmad Dahlan ingin mendekatkan masyarakat, khususnya muslim untuk mendekatkan diri dengan syariat Islam. “Santri disini kalau mau merubah kehidupan bangsa, ya harus paham demokrasi dan politik, kalau bisa ikut serta.” (Esa)

Leave a Reply