Rakor jelang penetapan DPT

Bandar Lampung – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandar Lampung menggelar rapat kordinasi (Rakor) konsolidasi dan sikronisasi data dalam sistem informasi data pemilih (Sidalih) pada tahap penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilihan umum tahun 2019 di Sheraton Hotel Bandar Lampung, Senin (20/08/18). Rapat ini dihadiri oleh Komisioner KPU Kota Bandar Lampung, Komisioner KPU Provinsi Lampung dan PPK Pileg dari 20 Kecamatan yang ada di Kota Bandar Lampung.

Fery Triatmojo ketua divisi pemutahiran data pemilih KPU Kota Bandar Lampung mengatakan data dalam Sidalih telah memperoleh keakuratan data 100% dan tidak ada data yang invalid. Untuk perkembangan terakhir data Sidalih terdapat penurunan data pemilih yang sebelumnya 636.755 menjadi 634.872.

“Ini hasil kerja kita semua, operator dan admin PPK yang sudah menyentuh langsung Sidalih sehingga data sudah sinkron 100 % dan penurunan data itu disebabkan adanya data ganda di beberapa TPS yang sudah dapat kita atasi bersama,” tegasnya.

Handi Mulya Ningsih Komisioner KPU Provinsi Lampung mengatakan DPT adalah jantungnya pemilu menjadi penentu jumlah logistik, dan PPK harus lebih memahami tugasnya. Di dalam pemilihan gubernur hanya terdapat 1 dapil sedangkan dalam Pemilihan Legislatif akan terdapat 6 dapil.

“Selamat kepada PPK yang sudah mengunggah dan memplenokan data pemilih sampai akhirnya sinkron 100% yang merupakan kerjasama PPK dan KPU Kota Bandar Lampung yang memang terus mengalami peningkatan lebih baik dan selamat juga untuk PPK dan KPU menjelang DPT yang akan di tetapkan besok Selasa 21 Agustus 2018,” ujarnya.

Ketua KPU Kota Bandar Lampung Fauzi Heri memberikan arahan kepada PPK terkait pemutahiran data pemilih dengan meminimalisir kesalahan-kesalahan yang ada dan untuk mensinkronkan Sistem informasi penghitungan  dengan data pemilih.

“DPT dari dulu hingga sekarang selalu timbul permasalahan baik berupa permasalahan baik berupa penulisan dan identitas pemilih dan banyak ketidak akuratan data dan apabila terdapat KTP yang tidak sesuai dengan domisili yang ditempati, sehingga pemilih didata sesuai KTP yang bersangkutan, setelah itu pemilih yang sudah ditetapkan dapat pindah memilih  dengan menggunakan form A5,” pungkasnya.

Wahyu Nita Sari

Leave a Reply