TVRI Nasional Siarkan Langsung Sosialisasi Pemilu di Kampung Nelayan

Bandar Lampung: Televisi Republik Indonesia (TVRI) nasional melakukan siaran langsung (live report) pelaksanaan sosialisasi dan pendidikan pemilih yang digelar KPU Kota Bandar Lampung. Kegiatan yang disiarkan secara langsung itu adalah sosialisasi dan pendidikan pemilih bagi masyarakat kampung nelayan di di kelurahan Panjang Selatan, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, Selasa (11/12/2018).

Para nelayan tampak antusias mengikuti sosialisasi yang digelar sejak pukul 08.00 WIB. Setengah jam sebelum acara, mereka sudah berkumpul di lokasi pertemuan. Informasi akan diliput televisi nasional, membuat warga semakin bersemangat untuk hadir. Acara itu bertajuk “forum warga berbasis keluarga” sosialisasi dan pendidikan pemilih bagi komunitas nelayan.

Mereka mendengarkan informasi kepemiluan dari komisioner KPU Kota Bandar Lampung Divisi SDM, Partisipasi Masyarakat dan Kampanye, Fadilasari, dan Kasubbag Teknis, Badarudin Amir. Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) kecamatan Panjang, Misbah Munir, bertugas sebagai moderator. Kedua pemateri menjelaskan seputar informasi pemilihan, mulai dari kapan pelaksanaan pemilu, siapa saja peserta pemilu, dan bagaimana kiat menjadi pemilih cerdas.

Fadilasari mengungkapkan, di Bandar Lampung, tingkat partisipasi pemilih laki-laki selalu lebih rendah dari para perempuan. Padahal jumlah laki-laki dalam daftar pemilih pada setiap pemilu, lebih tinggi dari perempuan. Fadilasari yang biasa disapa Ila itu mempertanyakan kepada para nelayan yang hadir (semuanya laki-laki,red) mengapa hal itu bisa terjadi.

Herman, salah seorang ketua kelompok nelayan mengatakan, pada pagi hari nelayan baru pulang melaut dan langsung tidur. Rata-rata nelayan yang melaut pada malam hari, akan tidur atau istirahat pada pukul 8 pagi. “Ketika bangun pada pukul 13 siang, Tempat Pemungutan Suara (TPS) sudah tutup,” katanya.

Para nelayan juga mengeluhkan banyaknya calon legislatif membuat kalangan manula sulit menentukan pilihan, dan harus menjadi lebih lama saat memilih di bilik suara.

Menanggapi hal tersebut, Ila menyarakan agar nelayan bisa datang ke TPS sebelum tidur. “Mulai jam 7 pagi TPS sudah buka, jadi sebaiknya datang ke TPS lebih dahulu, daripada datang di siang hari dan TPS sudah tutup,” katanya.

Sedangkan soal sulitnya menentukan pilihan di bilik suara, mantan jurnalis itu menyarankan agar sebelum ke TPS warga sudah tahu nama-nama yang hendak dipilih, baik calon presiden, DPR RI, DPD, DPR Provinsi, maupun DPRD Kota Bandar Lampung. (Fioren)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.