Dialog Kemerdekaan Siswa SD dengan Walikota Bandar Lampung

Bandar Lampung: KPU Kota Bandar Lampung menggelar “Dialog Kemerdekaan” Siswa Sekolah Dasar dengan walikota Bandar Lampung, Herman HN, Jumat (19/8/2017). Para siswa kelas 6 perwakilan dari 10 SD se-kota Bandar Lampung diterima walikota di ruang rapat dan ruang kerja walikota.

Komisioner KPU Kota Bandar Lampung yang membidangi Pendidikan Pemilih, Fadilasari, mengatakan, jumpa walikota dengan siswa SD ini merupakan program Rumah Demokrasi KPU Kota Bandar Lampung, yang terus melakukan pendidikan demokrasi dan kepemiluan kepada masyarakat.
“Salah satu segmen atau kelompok sasaran kita adalah siswa SD, yang masuk dalam segmen Pra-Pemilih. Tujuan program ini untuk memberikan pendidikan tentang demokrasi sejak dini kepada anak-anak, agar kelak bisa sudah sampai saatnya nanti, mereka akan menjadi pemilih yang cerdas. Kebetulan dalam pelajaran PPKN siswa kelas SD, ada materi tentang demokrasi dan kepemiluan,” kata Fadilasari, yang akrab disapa Ila ini.

Sebelum ke kantor walikota, siswa SD berkunjung dahulu ke Rumah Demokrasi KPU Kota Bandar Lampung. Disana mereka mendapat pengarahan dan perkenalan program Rumah Demokrasi, dari sekretaris dan komisioner KPU
Fadilasari mengatakan, di Rumah Demokrasi ada pendidikan kepemiluan, yang bisa disinergikan dengan pelajaran siswa di sekolah. Mereka juga bisa bertemu secara langsung dengan penyelenggara Pemilu. “Bila di masyarakat siswa SD tidak boleh memilih, maka di KPU siswa SD boleh mencoblos pilihannya. Kita ada ruang simulasi tempat pemungutan suara, sehingga siswa bisa merasakan nuansa Pemililihan Umum,” kata mantan jurnalis ini, dihadapan para siswa dan dewan guru.

Dari KPU, siswa SD lalu berangkat menuju kantor walikota. Disana mereka berdialog langsung dengan walikota yang didampingi sejumlah pejabat, diantaranya asisten bidang pemerintahan, kepala dinas pendidikan, dan kepala dinas kependudukan dan catatan sipil.

Dalam sambutannya, Herman HN mengatakan, dirinya sudah banyak melakukan banyak hal untuk pendidikan di Bandar Lampung. “Contohnya saja, nanti setelah kalian tamat dari SD, bisa melanjutkan ke SMP, tidak perlu membayar alias gratis. Bahkan siswa mendapat dua stel pakaian seragam, sepatu, dan tas sekolah,” katanya.

Banyak siswa yang mengajukan pertanyaan dalam acara dialog ini. Salah seorang siswa, Fathan A.D Sitorus, siswa SDIT Fitrah Insani, yang menanyakan apa kiat-kiat pak Herman dalam menjadi walikota. Pertanyaan itu lantas dijawab walikota dengan mengatakan, pemmpin yang baik adalah teat janji, tidak berbohong, dan melaksanakan visi dan misinya saat berkampanye.

Pada kesempatan itu walikota juga berpesan kepada siswa, untuk menjadi anak yang pintar terlebih dahulu harus menjadi anak soleh dan sopan. Setelah itu, tentunya adalah harus belajar yang rajin. “ Kedepan, banyak sekali peluang yang harus kalian isi, seperti menjadi dokter, guru, walikota, bupati, dan sebagainya. Itu harus dirintis sejak masih kecil seperti sekarang,” katanya.

Selesai dialog, walikota lalu mengajak siswa SD untuk masuk ke ruang kerjanya. Para siswa pun antusias, bahkan secara bergantian duduk di kursi kerja walikota. Diakhir acara, para siswa dan guru pendamping, berfoto bersama dengan walikota serta staf KPU Kota Bandar Lampung. (Fioren)

Leave a Reply