Selamat Bertugas di tempat yang Baru Bang Ary dan Bang Udin

Bandar Lampung– Ada yang berbeda dalam Apel Rutin yang digelar di KPU Kota Bandar Lampung, Senin (09/10/2017). Pelataran parkir kantor di Jl. Pulau Sebesi Nomor 90, Sukarame yang menjadi tempat apel digelar, diliputi suasana haru dan kesedihan. Pasalnya, dua Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah mengabdi selama 14 tahun di lingkungan sekretariat KPU Kota Bandar Lampung, pamit untuk mutasi, pindah kembali ke Pemerintah Kota Bandar Lampung. Mereka terpaksa pindah kerja karena pemberlakuan pembatasan jumlah pegawai KPU Kabupaten/Kota maksimal 17 orang.

Kedua ASN itu adalah Ashari Fatriansyah dan Syafruddin. Mereka adalah figur-figur terbaik staf sekretariat KPU Kota Bandar Lampung. Bang Ary begitu Ashari akrab disapa sebelumnya menjabat sebagai staf fungsional umum Penyusun Bahan Pembinaan Kepegawaian. Sedangkan Bang Udin begitu sapaan akrab Syafrudin, menjabat sebagai Penyusun Kebutuhan Alat Rumah Tangga.

Ketua KPU Kota Bandar Lampung Fauzi Heri dengan mata berkaca-kaca menyampaikan permohonan maaf, baik sebagai pribadi maupun mewakili KPU Kota Bandar Lampung secara kelembagaan, terhadap dua pegawai terbaik tersebut. Ia juga menyampaikan aspirasi setingi-tingginya terhadap pengabdian dan dedikasi keduanya selama ini.

“Jika ada ucapan, perbuatan, tingkah laku dan tindakan-tindakan lain yang salah selama kita bersama-sama, saya mohon keridhoan Bang Ary dan Bang Udin untuk memaafkan. Kalian berdua menjadi saksi lahirnya KPU Kota Bandar Lampung. Sejak awal kalian berdua telah mengabdikan diri dan ikut membesarkan KPU Kota Bandar Lampung dengan kinerja yang sangat baik. Tidak ada ucapan lain selain doa dari kami semua semoga Bang Ary dan Bang Udin dapat mewarnai dan meraih kesuksesan di tempat tugas yang baru serta tetap menjaga integritas sebagai buah pengalaman mengabdikan diri di KPU,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Ya, Bang Ary memang sejak awal menjadi saksi pembentukan KPU Kota Bandar Lampung. Sebagai pegawai honorer Pemkot Bandar Lampung, dirinya dipindahtugaskan ke KPU Kota Bandar Lampung pada tahun 2003 untuk memperkuat komposisi kepegawaian di lembaga yang baru dibentuk tersebut. Dia tidak sendiri, Bang Udin juga berstatus sebagai pegawai honorer yang dialihtugaskan ke lembaga penyelenggara Pemilu tersebut.

“Saat KPU Kota Bandar Lampung baru dibentuk, saya dipindahtugaskan untuk membantu kekurangan pegawai di sini. Bersama-sama saya, ada Bang Udin dan Bang Dody yang juga berstatus honorer. Kami diangkat sebagai PNS pada tahun 2005, setelah lama mengabdi sebagai honorer. Bang Dody sudah duluan pindah ke Pemkot, kami berdua memilih tetap setia di KPU. Sedih sekali rasanya harus pindah tugas di lembaga yang penuh dengan kebersamaan ini, tetapi aturan yang membuat kami harus pergi,” ujarnya sambil menitikkan air mata.

Kondisi tak jauh berbeda disampaikan oleh Bang Udin. Kendati tidak sampai terisak, namun suasana kesedihan nampak dari raut wajahnya. Lisan yang tercetus dari bibirnya pun tak dapat menghilangkan nada getir. Hanya senyumnya yang ramah saja yang mampu menyamarkan gundah dalam hatinya. Ya, Bang Udin yang dikenal sebagai ustadz KPU Kota Bandar Lampung itu nampak sekali berupaya menutupi sedihan di dalam hatinya.

“Saya juga minta maaf kepada seluruh rekan-rekan dan komisioner. Jika selama ini saya baik secara sengaja maupun khilaf telah melakukan suatu perbuatan yang menyinggung atau melukai rekan-rekan semua. Saya minta keikhlasan semuanya untuk memaafkan kami berdua. Saya juga berharap kami berdua masih diterima dan dianggap bagian dari keluarga besar KPU Kota Bandar Lampung dan diizinkan untuk sesekali berkunjung,” paparnya dengan senyum yang nampak sekali dipaksakan.

Puncak kesedihan terjadi saat dilangsungkan acara pelepasan, seusai pelaksanaan apel. Para komisioner dan staf tak lagi berusaha menutupi keharuannya, mereka saling berpelukan dengan keduanya sambil bermaaf-maafan. Beberapa staf tampak meneteskan air mata, mengingat kebersamaan belasan tahun bekerja bersama. Ketua KPU Kota Bandar Lampung, Fauzi Heri, mewakili komisioner dan staf, memberikan kenang-kenangan untuk keduanya.

“Semoga semakin sukses di tempat yang baru. Pengabdian dalam bekerja tak hanya bisa dilakukan di KPU Kota Bandar Lampung tetapi tempat yang baru sudah menunggu,” ujarnya memberi semangat.

Ashari Fatriansyah akan bekerja ditempat yang baru yaitu di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, sedangkan Syafrudin akan bekerja di Kecamatan Rajabasa. Mutasi pegawai ini dilakukan berdasar Surat Edaran Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPU RI Nomor 5 Tahun 2016 yang mengatur jumlah pegawai pada Sekretariat KPU Provinsi maksimal sebanyak 35 orang dan sekretariat KPU Kabupaten/Kota maksimal 17 orang.

Penulis: Esa
Editor: Ngabehi Kojay

Leave a Reply