Tokoh Ina Batin mengocok perut peserta Rakor Stake Holder

Bandar Lampung– Tokoh Ina Batin berhasil mengocok perut peserta Rapat Koordinasi Stake Holder yang digelar KPU Kota Bandar Lampung, Rabu (21/03/2018) kemarin. Lewat penampilannya sebagai sesosok nenek tua dari kampung dengan logat Lampung asli, Ina Batin mampu membuat Plt. Walikota M. Yusuf Kohar terbahak. Tokoh ini merupakan tokoh adaptasi dari naskah Bila Malam Bertambah Malam karya Putu Wijaya yang pernah dipentaskan pada tahun 2015 lalu.

Ayu Kartika kembali memunculkan sosok Ina Batin dan sukses menarik perhatian peserta Rakor. Ina Batin digambarkan sebagai mantan pacar Fauzi Heri, Ketua KPU Kota Bandar Lampung dan sudah memiliki satu anak dari salah satu komisioner KPU Kota Bandar Lampung, Fery Triatmojo yang diberi nama Abdul Gani.

Sebagai pembawa lakon, Ayu Kartika sengaja membuat konsep roasting yang menonjolkan cerita kehidupan sehari-hari sehingga lebih akrab dan mudah diterima oleh seluruh penonton. Penampilannya dibuka dengan iringan lagu khas Lampung dan ocehan Ina Batin mengenai ingatan masa lalunya ketika sang mantan pacar menyatakan cinta di atas kendaraan tradisional beroda tiga.

“Saya jadi inget 40 tahun yang lalu waktu dia nembak saya di dalem becak. Dia pegang tangan saya, dia deketin telinga saya, terus bilang: Jangan tanya kapan kita akan sampai, tapi tanyakan sampai kapan kau akan menemaniku berjalan,” ujarnya. Sontak hal ini membuat seluruh audience terbahak-bahak, termasuk Fauzi Heri sendiri.

Wahyu Nita Sari dalam Stand Up Comedy

Selain suguhan Tokoh Ina Batin, Wahyu Nita Sari juga menampilkan stand up comedy sebagai salah satu cara untuk mencairkan suasana pada siang hari itu. Perempuan yang akrab dipanggil Nita tersebut membawakan materi mengenai Pemilu dan kampanye.

“Sepasang kakek-nenek ke Tempat Pemungutan Suara. Si kakek manggil neneknya itu beb, terus saya nanya: kok manggilnya beb sih, kek? Norak amat kan udah tua. Terus kakek jawab: Ya cuk, soalnya kakek lupa siapa nama nenek kamu,” lontarnya. Tak elak para penonton menjadi riuh dan memberikan tepuk tangannya yang meriah.

Nita telah mempersiapkan materi pada sehari sebelum tampil dengan melihat referensi dari youtube dan materi-materi lama. Ia memang sudah pernah beberapa kali menunjukkan kebolehannya di perlombaan stand up comedy serta di berbagai kegiatan KPU Kota Bandar Lampung.

“Saya senang kalau orang itu bisa terhibur dengan stand up saya. Semoga kedepannya bisa lebih baik sih, kan ini masih dalam proses belajar juga. Untuk saya, membuat orang lain bahagia itu merupakan poin tersendiri dalam hidup saya,” ungkapnya saat diwawancarai, Kamis (22/03/2018).

Ayu Kartika dan Wahyu Nita Sari merupakan tenaga teknis pendukung yang bekerja di KPU Kota Bandar Lampung untuk membantu pelaksanaan Pilgub Lampung dan Pileg Pilpres 2019. Ayu sebelumnya merupakan  Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) Unila dan Wahyu Nita Sari Duta Kohati HMI Cabang Bandar Lampung alumni UIN Raden Intan Lampung. Keduanya merupakan lulusan terbaik dari Unila dan UIN Raden Intan Lampung.

Azma Afina

Leave a Reply